Rabu, 04 Februari 2009

Jerawat Banyak Dialami Remaja

Foto: Corbis
JERAWAT lebih sering muncul pada masa-masa remaja. Pasalnya, hormon yang dihasilkan pada masa remaja lebih besar.

"Jerawat yang muncul di muka saya memang kadang-kadang tidak menentu. Tapi jerawat lebih sering datang kalau lagi mau datang bulan. Satu per satu jerawat muncul di dahi. Kalau sudah begitu, mengganggu banget," ungkap salah satu mahasiswa, Yan-Yan Andriyani, 19.

Di usia remaja, produksi hormon-hormon baru merangsang kelenjar di wajah. Hal itu sering membuat kelebihan pasokan minyak yang mengalir balik dan menyumbat poripori. Sehingga menyebabkan dinding-dinding pembuluhnya mulai membengkak, dan memicu timbulnya jerawat.

Hal itu dibenarkan dr Amaranila Lalita Drijono, SpKK. Dia mengatakan, jerawat lebih banyak muncul pada kulit anak remaja karena pengaruh hormon mereka. Terutama pada remaja yang banyak aktivitasnya.

"Tapi, itu semua tergantung jenis kulit wajah mereka. Jika mereka mempunyai imun yang bagus, mereka belum tentu gampang terkena jerawat," jelasnya.

Selama masa puber, lanjut Lalita, kelenjar minyak pada kulit menjadi lebih aktif dan memproduksi minyak secara berlebihan.

Semasa proses kematangan in dividu, kelenjar-kelenjar minyak menjadi sangat aktif karena aktivitas dan perubahan hormon. Kegagalan fungsi folikel pilosebaceous yang didorong oleh perubahan hormon androgen terutama saat remaja, akan menyebabkan timbulnya jerawat.

"Usia remaja adalah usia yang paling rentan terkena jerawat dan setengah dari pasien yang berkonsultasi ke saya berusia remaja dan biasanya wanita," ujar Staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr Tjut Nurul Alam Jacoeb SpKK(K).

Dalam usia pubertas, perubahan hormonal yang terjadi akan tiga kali berlipat pada peningkatan aktivitas kelenjar keringat dan produksi sebum atau minyak. Biasanya saat jerawat muncul diiringi dengan rasa penasaran untuk memencetnya. Padahal, tindakan itu bisa memancing munculnya nanah pada jerawat.

"Jerawat yang sering dipencetpencet itu yang akan menimbulkan bekas jerawat pada luka. Jadi jika memang ada jerawat, segera lakukan pengobatan," tutur Lalita.

Untuk penyembuhan, bisa dilakukan melalui hal sederhana. Tjut Nurul menuturkan, sampai saat ini cara penyembuhan paling ampuh yaitu menggunakan krim dengan kandungan vitamin A.

Pacaran Sehat Biar Aman

Pacaran Sehat Biar Aman

Remaja mengalami perubahan fisik dan psikis pada masa-masa yang dilaluinya, dimana remaja ingin mencoba karena terdorong rasa ingin tahu mereka yang tinggi, celakanya remaja ketika ingin mencoba hal baru tanpa dibekali suatu informasi yang oke, atau mereka hanya mengerti setengah-setengah mereka akan terjebak oleh apa yang mereka putuskan sendiri. Dimana pada saat ini remaja belum bisa mengambil keputusan, karena semua keputusan yang mereka ambil merupakan cerminan pencarian identitas diri mereka, yang masih mengagungkan egoisme remaja, merasa diri yang paling benar, dan beranggapan yang lain salah, sehingga hanya satu dua remaja saja yang mau menjalankan masukan dari orangtua.

Remaja memiliki banyak waktu senggang diantara jam kuliah atau pulang sekolah ataupun antara kuliah, remaja belum memiliki orietasi materi karena kehidupannya masih serba ditanggung oleh orangtunaya, jadi tidak ada hal penting yang terlalu membebani pikiran remaja, sehingga disinilah mulai muncul masa pacaran yang didalamnya terkait perilaku seks untuk mengisi waktu senggang mereka, dan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan perilaku seks yang tidak sehat, tantangan bagi kita disini bagaimana perilaku seks yang aman buat remaja.

Perilaku seksual adalah perilaku yang muncul oleh karena dorongan seksual. Perilaku seksual bermacam-macam mulai dari bergandengan tangan, pelukan, kissing necking, petting, licking dan sampai berhubungan seksual. Dan perilaku seksual bisa diibaratkan seperti bola salju yang sekali dilepaskan dari atas bukit akan semakin membesar terus dan susah untuk dihentikan. Begitulah fenomena yang terjadi pada remaja saat ini, pacaran dimulai dengan perilaku seksual yang sederhana seperti pegangan tangan sampai pada yang kompleks seperti ML kebanyakan tidak disadari mereka. Ibarat ketika perilaku pegangan tangan sudah tidak bias mentoleransi gaya pacaran mereka, mereka akan berlanjut ke perilaku ciuman dan tidak mustahil mereka baru menyadari jika mereka sudah ML. Tidak jarang kasus HIV/AIDS terjadi pada remaja oleh karena perilaku seksual yang bebas. Ironis memang apa yang terjadi pada remaja kini, mereka tidak sadar apa yang mereka lakukan dan resikonya kelak. Padahal pacaran adalah suatu proses pengenalan karakter yang berbeda-beda, dan hanya saja proses pendekatan untuk pengenalan karakter ini mereka rasa harus melalui tahapan perilaku seks yang tidak aman yang bagi mereka ini berarti rasa saling percaya. Perlu diingat remaja belum siap untuk membangun rumah tangga dan belum siap untuk menerima kehamilan.

Sebelum terjadi gumpalan bola salju yang semakin besar, remaja harus menyadari dulu fenomena ini dan memiliki gaya pacaran yang sehat seperti pacaran pas foto dapat dipertimbangkan, karena disini remaja dianjurkan untuk menstop perilaku seksual sampai pada daerah badan sebatas pas foto dan menyadari pula konsekuensinya jika lebih dari itu, pacaran sekali lagi adalah pengenalan karakter yang pasti akan selalu terjadi fenomena putus pacar, dan pacaran tidak selalu berakhir pada pernikahan, oke kalau pacar kita yang benar-benar akan menikahi kita, jika tidak?. Cinta monyet, cinta yang hanya sesaat, jangan percaya rayuan gombal. Pacaran sehat dijamin merupakan jurus ampuh untuk menandingi perilaku seks bebas remaja dan sekaligus mencegah timbulnya infeksi baru virus HIV/AIDS yang ditularkan lewat hubungan seks, remaja sangat beresiko dan sangat potensial untuk mencegahnya. Sudah siap belum mengamalkan gaya pacaran sehat?