Foto: Corbis
JERAWAT lebih sering muncul pada masa-masa remaja. Pasalnya, hormon yang dihasilkan pada masa remaja lebih besar.
"Jerawat yang muncul di muka saya memang kadang-kadang tidak menentu. Tapi jerawat lebih sering datang kalau lagi mau datang bulan. Satu per satu jerawat muncul di dahi. Kalau sudah begitu, mengganggu banget," ungkap salah satu mahasiswa, Yan-Yan Andriyani, 19.
Di usia remaja, produksi hormon-hormon baru merangsang kelenjar di wajah. Hal itu sering membuat kelebihan pasokan minyak yang mengalir balik dan menyumbat poripori. Sehingga menyebabkan dinding-dinding pembuluhnya mulai membengkak, dan memicu timbulnya jerawat.
Hal itu dibenarkan dr Amaranila Lalita Drijono, SpKK. Dia mengatakan, jerawat lebih banyak muncul pada kulit anak remaja karena pengaruh hormon mereka. Terutama pada remaja yang banyak aktivitasnya.
"Tapi, itu semua tergantung jenis kulit wajah mereka. Jika mereka mempunyai imun yang bagus, mereka belum tentu gampang terkena jerawat," jelasnya.
Selama masa puber, lanjut Lalita, kelenjar minyak pada kulit menjadi lebih aktif dan memproduksi minyak secara berlebihan.
Semasa proses kematangan in dividu, kelenjar-kelenjar minyak menjadi sangat aktif karena aktivitas dan perubahan hormon. Kegagalan fungsi folikel pilosebaceous yang didorong oleh perubahan hormon androgen terutama saat remaja, akan menyebabkan timbulnya jerawat.
"Usia remaja adalah usia yang paling rentan terkena jerawat dan setengah dari pasien yang berkonsultasi ke saya berusia remaja dan biasanya wanita," ujar Staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr Tjut Nurul Alam Jacoeb SpKK(K).
Dalam usia pubertas, perubahan hormonal yang terjadi akan tiga kali berlipat pada peningkatan aktivitas kelenjar keringat dan produksi sebum atau minyak. Biasanya saat jerawat muncul diiringi dengan rasa penasaran untuk memencetnya. Padahal, tindakan itu bisa memancing munculnya nanah pada jerawat.
"Jerawat yang sering dipencetpencet itu yang akan menimbulkan bekas jerawat pada luka. Jadi jika memang ada jerawat, segera lakukan pengobatan," tutur Lalita.
Untuk penyembuhan, bisa dilakukan melalui hal sederhana. Tjut Nurul menuturkan, sampai saat ini cara penyembuhan paling ampuh yaitu menggunakan krim dengan kandungan vitamin A.
"Jerawat yang muncul di muka saya memang kadang-kadang tidak menentu. Tapi jerawat lebih sering datang kalau lagi mau datang bulan. Satu per satu jerawat muncul di dahi. Kalau sudah begitu, mengganggu banget," ungkap salah satu mahasiswa, Yan-Yan Andriyani, 19.
Di usia remaja, produksi hormon-hormon baru merangsang kelenjar di wajah. Hal itu sering membuat kelebihan pasokan minyak yang mengalir balik dan menyumbat poripori. Sehingga menyebabkan dinding-dinding pembuluhnya mulai membengkak, dan memicu timbulnya jerawat.
Hal itu dibenarkan dr Amaranila Lalita Drijono, SpKK. Dia mengatakan, jerawat lebih banyak muncul pada kulit anak remaja karena pengaruh hormon mereka. Terutama pada remaja yang banyak aktivitasnya.
"Tapi, itu semua tergantung jenis kulit wajah mereka. Jika mereka mempunyai imun yang bagus, mereka belum tentu gampang terkena jerawat," jelasnya.
Selama masa puber, lanjut Lalita, kelenjar minyak pada kulit menjadi lebih aktif dan memproduksi minyak secara berlebihan.
Semasa proses kematangan in dividu, kelenjar-kelenjar minyak menjadi sangat aktif karena aktivitas dan perubahan hormon. Kegagalan fungsi folikel pilosebaceous yang didorong oleh perubahan hormon androgen terutama saat remaja, akan menyebabkan timbulnya jerawat.
"Usia remaja adalah usia yang paling rentan terkena jerawat dan setengah dari pasien yang berkonsultasi ke saya berusia remaja dan biasanya wanita," ujar Staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr Tjut Nurul Alam Jacoeb SpKK(K).
Dalam usia pubertas, perubahan hormonal yang terjadi akan tiga kali berlipat pada peningkatan aktivitas kelenjar keringat dan produksi sebum atau minyak. Biasanya saat jerawat muncul diiringi dengan rasa penasaran untuk memencetnya. Padahal, tindakan itu bisa memancing munculnya nanah pada jerawat.
"Jerawat yang sering dipencetpencet itu yang akan menimbulkan bekas jerawat pada luka. Jadi jika memang ada jerawat, segera lakukan pengobatan," tutur Lalita.
Untuk penyembuhan, bisa dilakukan melalui hal sederhana. Tjut Nurul menuturkan, sampai saat ini cara penyembuhan paling ampuh yaitu menggunakan krim dengan kandungan vitamin A.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar